Tulangbawang Barat (ISN): Keberhasilan tim Resmob Polres Tulang Bawang Barat mengungkap dan menangkap sindikat perampokan bersenjata api lintas provinsi menuai apresiasi dari legislatif. Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil VI (Tulangbawang, Tulangbawang Barat dan Mesuji), Putra Jaya Umar, menilai gerak cepat aparat sebagai bukti nyata komitmen menjaga keamanan daerah.
Sindikat tersebut diketahui menggasak uang Rp800 juta dari sebuah mobil Isuzu Elf di Tiyuh Daya Asri, Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Tiga pelaku berhasil dibekuk setelah pengejaran dramatis lintas provinsi hingga wilayah Sumatera Utara. Satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Putra menegaskan, keberhasilan ini bukan sekadar soal penangkapan, tetapi pesan tegas bahwa negara hadir dan tidak memberi ruang bagi kriminal bersenjata.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Polres Tubaba, khususnya tim Resmob dan Tekab 308, yang telah bekerja cepat, terukur, dan profesional. Pengejaran hingga ke Sumatera Utara menunjukkan sinergi dan soliditas antar aparat penegak hukum yang patut diapresiasi,” ujarnya, Senin (23/2).
Anggota Komisi I DPRD Lampung Fraksi Golkar itu menilai, tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan bersenjata sangat penting untuk memulihkan rasa aman masyarakat. Terlebih, dalam aksinya para pelaku menggunakan senjata api dan sempat melepaskan tembakan untuk mengintimidasi korban.
“Kejahatan seperti ini sangat meresahkan dan membahayakan nyawa. Penangkapan para pelaku menjadi peringatan keras bahwa aparat tidak akan mentolerir aksi kriminal bersenjata di Lampung,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar pengusutan dilakukan hingga tuntas, termasuk membongkar kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik aksi tersebut.
“Jika ada aktor intelektual atau jaringan lintas daerah yang terlibat, harus diungkap sampai ke akar-akarnya. Jangan sampai Tubaba atau wilayah Lampung lainnya menjadi target empuk sindikat kejahatan,” tambahnya.
Putra bahkan menilai keberhasilan ini layak mendapat penghargaan khusus dari institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia kepada jajaran Resmob Tubaba dan Polda Lampung atas profesionalisme dan keberanian dalam operasi berisiko tinggi tersebut.
“Prestasi seperti ini harus diberi reward dan apresiasi khusus. Ini bentuk motivasi agar aparat terus menjaga integritas dan kinerja dalam melindungi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen DPRD untuk mendukung penguatan keamanan, termasuk mendorong peningkatan sarana-prasarana kepolisian dan sistem pengawasan di jalur-jalur rawan.
“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Tanpa rasa aman, roda ekonomi dan aktivitas sosial akan terganggu. Kami siap mendukung kebijakan dan anggaran yang berpihak pada penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkasnya. (*)
![]()
